Transformasi Makna Pantang Larang Melayu Pada Generasi Muda Sungai Guntung Di Era Digital

Authors

  • Yelvia Prahagia Universitas Muhammadiyah Muara Bungo Author
  • Ratih Juwita Novalia Universitas Muhammadiyah Muara Bungo Author

DOI:

https://doi.org/10.63461/kalisa.v21.353

Keywords:

Era digital, Generasi muda, Kearifan Lokal, Pantang larang melayu, Transformasi makna

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi makna pantang larang Melayu pada generasi muda Sungai Guntung di era digital. Pantang larang sebagai salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Melayu memiliki fungsi sebagai pedoman perilaku, sarana pendidikan moral, serta media pewarisan nilai-nilai budaya. Namun, perkembangan teknologi digital dan arus informasi yang semakin terbuka telah memengaruhi cara generasi muda memahami dan memaknai tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap generasi muda serta tokoh masyarakat yang memahami tradisi pantang larang Melayu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda Sungai Guntung cenderung memaknai pantang larang Melayu sebagai nasihat yang mengandung nilai moral dan pendidikan, bukan lagi sebagai aturan adat yang bersifat sakral. Meskipun demikian, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap dianggap relevan dalam kehidupan bermasyarakat.   

References

Adiputra, D. K., Assaid, W. S., Arini, I., & Nugroho, N (2025). Generasi Muda Pelestari Kearifan Lokal Untuk Inklusi Adat Di Era Modern. Proficio, 6(2), 333-339

Alruthaya, A., Nguyen, T.-T., & Lokuge, S. (2021). The Application Of Digital Technology And The Learning Characteristics Of Generation Z In Higher Education. Education and Information Technologies, 26(6), 1–20.

Amelia, M. A. (2025). Generasi Muda Melek Budaya: Mengenal Dan Melestarikan Budaya Lokal Di Era Globalisasi. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 4(5), 45–53.

Anita, F., & Triana, N (2025). Penerapan Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal dalam Mata Kuliah Bahasa Indonesia Prodi Ilmu Komunikasi angakatan 2024. Juwarta, 6(1), 1-12

Berger, P. L., & Luckmann, T. (2016). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge (Reprint ed.). Open Road Media.

Firmansyah, H. (2023). Nilai-Nilai Tradisi Pantang Larang Dalam Budaya Melayu. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 10(2). https://doi.org/10.31571/sosial.v10i2.6189

Fuji Rahayu, & Yasnel. (2025). Eksplorasi Kerajinan Tangan Dan Pantang Larang Sebagai Warisan Budaya Melayu Riau. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 2(1). https://doi.org/10.62567/micjo.v2i1.451

Hall, S. (2019). Representation: Cultural representations and signifying practices (2nd ed.). Sage Publications.

Ibrahim, M. M., Rifad, D. M., Purwanto, E., Purnama, C., & Maulidan, R. A. (2025). Budaya Dalam Era Media Sosial: Studi Pada Komunitas Tradisional Di Indonesia. Indonesian Culture and Religion Issues, 2(3), 1–13.

Koto, F., Mahendra, R., Aisyah, N., & Baldwin, T. (2024). Indoculture: Exploring Geographically Influenced Cultural Commonsense Reasoning Across Eleven Indonesian Provinces. Proceedings of Cultural Computing Research, 1–15.

Kurniadi, M. D. (2025). Makna Tradisi Angkat Bapak Dalam Persiapan Pernikahan Di Kabupaten Bungo. Master Kajian Literasi Kewarganegaraan, 1(1), 18-23. https://doi.org/10.63461/kalisa.v11.11

Nasrullah, R. (2022). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi (Edisi revisi). Simbiosa Rekatama Media.

Oktaviasary, A. (2024). Gempuran Budaya Modern Terhadap Budaya Lokal Pada Generasi Muda Indonesia. Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(2), 1456–1468.

Pratiwi, C., Kinanti, I. K., Nurlita, R., & Putri, Y. V. (2025). Internalisasi Nilai-Nilai Adat Melayu Jambi dalam Pendidikan Karakter: Studi Lapangan di Desa Sungai Kerjan. Master Kajian Literasi Kewarganegaraan, 1(1), 44-57. https://doi.org/10.63461/kalisa.v11.28

Rahayu, F., & Yasnel. (2025). Eksplorasi kerajinan tangan dan pantang larang sebagai warisan budaya Melayu Riau. Multidisciplinary Indonesian Center Journal, 2(1), 565–569.

Rahmah, K., Habsy, B., & Naqiyah, N. (2024). Nilai-Nilai Tradisi Pantang Larang Melayu Sebagai Proses Pembentukan Karakter Anak. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(1). https://doi.org/10.31316/gcouns.v9i1.6297

Ramadhan, I., Khosihan, A., Nurazizah, S., & Suriyanisa, S. (2024). The Meaning of the Pantang Larang on 1 Muharram for the Pemangkat Malay Society. NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, 8(1). https://doi.org/10.23971/njppi.v8i1.8155

Sibarani, R. (2021). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, Dan Metode Tradisi Lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.

Triwirandi, A., Noor, A. S., & Firmansyah, H. (2021). Internalisasi Nilai-Nilai Tradisi Pantang Larang Dalam Budaya Melayu Pada Siswa MA Rahmatan Lil'Alamin Wajok Hilir Kabupaten Mempawah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 10(7), 1–9.

Uriawan, W., Ijazi, M. S., Arraudy, N. R., Wibowo, O. S. P., & Santoso, R. D. (2025). A comparative analysis of Instagram and TikTok as Islamic da'wah media in the digital era. Journal of Digital Communication Studies, 7(2), 88–101.

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Prahagia, Y., & Novalia, R. J. . (2026). Transformasi Makna Pantang Larang Melayu Pada Generasi Muda Sungai Guntung Di Era Digital. Master Kajian Literasi Kewarganegaraan, 2(1), 84-94. https://doi.org/10.63461/kalisa.v21.353