Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas melalui Pemeriksaan Fisik dan Mental Dasar di Desa Jatirejo
DOI:
https://doi.org/10.63461/padimaya.v12.291Keywords:
pengabdian masyarakat, edukasi kesehatan, pemeriksaan fisik, kesehatan mental, berbasis komunitasAbstract
Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan fisik serta mental masyarakat Desa Jatirejo. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan berbasis komunitas, melibatkan pemeriksaan fisik dasar (tekanan darah, indeks massa tubuh) dan penilaian kesehatan mental sederhana, diikuti dengan edukasi dan konseling kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pemeriksaan individu, dan diskusi kelompok untuk menanamkan perilaku hidup sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, serta kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin. Selain itu, interaksi aktif antara tenaga kesehatan, mahasiswa, dan warga memperkuat budaya peduli kesehatan di masyarakat. Sebagai rekomendasi, program serupa dapat dilanjutkan secara berkala, dengan penambahan modul edukasi tentang manajemen stres dan gizi seimbang, untuk mendukung keberlanjutan kesehatan masyarakat.
References
Astuti, R., & Prasetyo, E. (2022). Community-based health promotion for elderly wellbeing in rural areas. Journal of Community Health, 47(4), 623–631. https://doi.org/10.1007/s10900-022-01055-9
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik kesejahteraan rakyat Indonesia 2023. BPS Republik Indonesia.
Hidayah, N., Sulastri, S., & Putra, A. R. (2024). Multidisciplinary student engagement in community service programs: Impact on social competence. Journal of Higher Education Outreach and Engagement, 28(1), 45–59.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Rencana aksi nasional kesehatan jiwa 2021–2025. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. Kemenkes RI.
Nugroho, A., Lestari, Y., & Widodo, T. (2020). Early detection of non-communicable diseases through community health screening. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 15(3), 145–152. https://doi.org/10.21109/kesmas.v15i3.3502
Patel, V., Saxena, S., Lund, C., Thornicroft, G., Baingana, F., Bolton, P., … UnÜtzer, J. (2021). The Lancet Commission on global mental health and sustainable development. The Lancet, 392(10157), 1553–1598. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(18)31612-X
Rahmawati, D., & Suryani, I. (2023). Preventive health screening for elderly populations in rural Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 89–98.
Rismawati. (2019). Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 101–108.
Santoso, B., & Hidayat, R. (2022). Mental health literacy among rural communities: Challenges and opportunities. Indonesian Journal of Public Health, 17(1), 33–42. https://doi.org/10.20473/ijph.v17i1.2022.33-42
Sulastri, S., Mulyadi, A., & Kurniawan, D. (2021). Experiential learning through community service: Student outcomes and community impact. Journal of Community Engagement and Scholarship, 13(2), 67–76.
Utami, N. W., Sari, D. P., & Handayani, L. (2020). Strengthening the role of community health volunteers in health promotion programs. BMC Public Health, 20(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09024-5
World Health Organization. (2021). Guidelines on mental health at work. WHO Press.
World Health Organization. (2022). Community-based health services: Improving access and quality. WHO Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nicky Dwi Kurnia, Febi Warta Nur Ani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








